Langsung ke konten utama

Apa yang akan Kau Lakukan, Jika Covid-19 ini Berakhir?

Assalamu'alaikum 😊
Bagaimana kabarnya?
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan, Jaga kesehatan juga ya!

Masih betah di rumah? Atau kamu mulai bosan? Sama aku juga, tapi menurutku mengeluh itu hal yang wajar. Kita manusia, sama rata sama rasa. Sama-sama merasakan bahagia ketika ia senang, merasakan tangis ketika ia bersedih. Kita itu sama. Lantas apa yang membuat manusia itu berbeda? Lalu apa yang akan kamu kakukan jika pandemi covid-19 ini berakhir?

Pertanyaan-pertanyaan itu sering kali kita dengar di luar sana. Kata mereka yang tidak percaya diri, selalu bilang "Dia itu beda! Dia pintar, cantik, putih, shalehah, sedangkan aku? Seujung kukunya pun ga ada. Pokoknya dia itu beda! Keren banget huhuhu :( ! Kapan ya aku bisa seperti dia?" Lalu sebagian yang lain berkata, "Enak ya jadi orang kaya, apa dikit bisa beli, mau itu, mau ini, beli itu, beli ini. Sedangkan aku? Buat makan sehari-hari aja belum tentu bisa, paling juga cuma dua kali sehari. Itupun cuma lauk tahu dan tempe. Kenapa beda banget si hidupnya?"

Hayo, siapa diantara kalian yang membaca tulisanku ini berpikir hal yang serupa? Apakah kamu juga begitu? Kalo aku pribadi, aku akan bilang, "Iya! Aku iri dengan mereka yang sudah memiliki banyak karya, kenapa beda banget sama aku!"

Tapi, itu kemarin. Semakin ke sini, aku semakin menyadari. Bahwa hakekatnya Allah itu tidak membedakan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Hasil usaha manusia lah yang membuat manusia itu berbeda antara satu dengan yang lain. Namun, di mata Allah. Kau tetap makhluk ciptaan-Nya yang begitu sempurna. Diberi akal untuk berpikir, diberi hati untuk merasa, diberi mata untuk melihat, diberi tangan untuk berbuat kebaikan.

Sebaik itu Allah kepada kita, lantas masih berpikir kita itu berbeda dengan mereka?
Hati kecilku masih berteriak, "iya! Kita berbeda! Mereka kaya, mereka pintar, mereka punya banyak teman!"

Okey. Okey, sabar hati. Tenanglah.

Begini, Allah memberimu akal untuk berpikir. Berpikir tentang apa? Segala hal. Apakah kamu tidak pernah tahu, tujuan Allah menurunkan Al-Quran itu untuk apa? Lalu dengan cara romantis-Nya Allah beri rezeki kepadamu, dengan kesempatan bernafas di bumi-Nya, dengan cara romantis-Nya Allah turunkan hujan agar tanaman yang ditanam oleh para petani tumbuh subur. Masih kurang?

Okey, coba kita balik pertanyaannya. Kamu mengeluh, kamu itu berbeda dengan mereka di luar sana. Atas segala keluhanmu, membuatmu berkecil hati dan menganggap kamu adalah manusia paling tidak beruntung di dunia. 

Memang kamu sudah melakukan pengorbanan seperti apa? 

"Aku sudah belajar siang dan malam tapi tidak pernah masuk ke pikiranku!"

"Aku sudah bekerja siang dan malam, tapi aku tidak pernah kaya!"

"Aku sudah menyelesaikan perkuliahan hingga S3 namun, tidak juga seperti mereka di luar sana!"
 
Dan masih banyak keluhan atas pengorbanan yang sudah kamu lakukan. Hai kamu, iya kamu. Sebenarnya, apa yang kamu kejar? Pengakuan manusia atas perbedaanmu dengan yang lain? Atau kamu mengejar dunia yang akan ada ujungnya ini? Atau bahkan yang lebih parahnya, KAMU LUPA AKAN KEBERADAAN ALLAH YANG TELAH MENCIPTAKAN KAMU? 

Astaghfirullah, Naudzubillah. Jangan sampai kamu salah satunya. Coba kita review, kenapa kamu menuntut ilmu tapi tidak ada satupun yang bisa melekat ke hati, atau paling tidak bisa menambah pengetahuanmu. Apa jangan-jangan kamu belajar hanya untuk ajang pamer?

Coba kita lihat, kenapa kamu tidak kaya-kaya? Apa jangan-jangan kamu sudah kaya, tapi kamu tetap merasa kurang dan selalu ingin lebih? Bahkan jangan-jangan untuk bersedekah saja kamu lupa?

Coba kita lihat, kamu sudah melewati S1, S2, S3 mu yang memakan banyak waktu itu. Tapi kamu tidak bisa menghargai ilmu itu sendiri?

Tidak bisa aku pungkiri, memang manusia itu selalu merasa kurang, selalu mengeluh, selalu merasa berkecil hati. Mereka tidak sadar, Allah sudah memberikan kapasitas yang sama untuk kita. Aku tekankan sekali lagi KITA. Bukan aku, atau kamu. Tapi semua orang di bumi ini. 

Orang-orang hebat di luar sana tidak langsung menjadi hebat dalam dua sampai tiga hari sayang!
Mereka belajar siang dan malam, berdoa kepada Tuhannya agar dimudahkan segala urusannya. Sedangkan kamu? Apakah sudah melakukan hal seperti itu dengan benar?

Kenapa kamu selalu menyalahkan dirimu atas kelalaian dirimu sendiri? Bukankah kamu tahu, itu artinya kamu harus berubah. Ah tidak-tidak KITA HARUS BERUBAH. Dengan cara apa? Memperbaiki segalanya.

-Bagaimana sholatmu selama ini?
-Bagaimana bacaan Al Quranmu?
-Bagaimana hafalanmu?
-Bagaimana infaq dan sedekahmu?
-Apakah kamu sudah merayu Allah dengan sebaik-baiknya rayuan dalam doa-doamu?
-Apakah kamu sudah merendahkan dirimu dihadapan-Nya atas apa yang kamu pinta?
-Bagaimanakah hubunganmu dengan kedua orang tuamu, sebagai perantara Allah untuk mempermudah perjalananmu menuju surga-Nya?
-Apakah kamu ingat, tujuanmu di Bumi ini sebenarnya untuk apa?
-Apakah kamu telah bersyukur atas setiap hembusan napas yang Allah beri dengan gratis ini?
-Apakah kamu sudah berpikir bahwa karya yang kamu agung-agungkan dihadapan manusia itu sebenarnya untuk manusia atau untuk Allah?

Aku pikir, masih banyak lagi pertanyaan yang mungkin tidak bisa ku tuliskan satu persatu. Lantas apa hubungannya dengan pandemi covid-19 ini?

Aku rasa, Allah sedang menegur kita. Kita menyakiti bumi ciptaan-Nya. Membuang sampah sembarangan, lupa untuk bersedekah disaat senangmu, lupa untuk berbagi ilmu yang saat ini kamu upayakan. Dan masih banyak lagi.

Jika pandemi ini berakhir, apakah kamu yakin kamu benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik? Menjadi lebih taat kepada-Nya? Semakin mensyukuri nikmat yang telah Allah beri?

Atau jangan-jangan yang kamu lakukan saat ini hanya untuk sementara? Dan setelah pandemi ini usai, kau akan berbuat kerusakan seperti sebelumnya?

Renungkan semuanya baik-baik sayang :)

Selamat menunaikan ibadah puasa ya!
Semoga jadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku menulis ini di HP jadi maaf bila ada penulisan yang belum ku edit. Huhuhu.

Wassalamu'alaikum. 🤗

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Pertama

Hai, perkenalkan aku Dilla Gading Kusuma. Biasa dipanggil Dilla. Sebenarnya ini bukan tulisan pertamaku diblogger tapi aku akan mencoba untuk memulai lagi. Alasannya, aku ingin mencoba lagi dari awal. Aku yang serius, aku yang punya tujuan yang jelas, aku yang lebih visioner. Aku suka menulis, sayang aja jika tidak memulai.  Mungkin aku bisa cerita sedikit kebingunganku saat ini, atau mungkin banyak? hahahaha entahlah. Aku bingung membangun personal branding seperti apa yang aku mau. Aku bingung, apasih yang mau aku lakuin sebenarnya. Walaupun emang tujuan manusia hidup di Dunia itu buat menyembah Allah SWT. Tapi menurutku, kita itu punya tujuan yang lebih dari sekedar itu. Apalagi kita hidup di zaman yang sangat-sangat berantakan walau sisi positifnya punya peradaban yang lebih maju sih. Sayang banget kan, kalo kita yang udah dilahirkan ke dunia ini yang seharusnya punya misi besar tapi kita cuman milih buat berdiam diri dan enggak melakukan perubahan apapun. Bahk...

Kebiasaan yang Selalu disia-siakan

Sudah lama ya, aku tidak menulis di blog ini. Sesuai judul, tujuan ku membuat blog ini untuk menyalurkan ide di kepalaku. Entah dalam perasaan bahagia atau sedih, tak peduli ada yang mau membaca atau tidak. Anggap saja aku sangat suka untuk menulis. Kabar baik, aku baik-baik saja. Kabar buruk, aku sudah lama sekali tidak melakukan hal yang bermanfaat dengan benar akhir-akhir ini. Ya, kebiasaan-kebiasaan baikku tidak ku gunakan dengan baik. Apakah banyak yang aku pikirkan? Iya. Siapapun yang membaca ceritaku ini, dan bila punya tujuan yang sama. Sama-sama ingin melakukan sebuah perlombaan, tolong tarik aku dari lubang ini :") Serasa mengabaikan mimpi dan ambisi? aku dengan lantang akan menjawab iya. Ada yang bilang, lingkaran pertemanan berkaitan dengan cara bertumbuh dan bagaimana kita bertumbuh? Sekarang aku benar-benar merasakannya. Aku tidak ingin terlalu lama disituasi seperti ini. Sebuah kisah yang akan tahu bagaimana endingnya adalah hal yang benar-benar membosankan bukan? T...

Kejahatan Siber Semakin Banyak? Beginilah Kiat Menjadi Nasabah Bijak yang Aman dan Nyaman

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak sekali informasi atau berita di sekeliling kita yang meresahkan. Baik dari segi ekonomi maupun kesehatan, sebagai masyarakat yang berada di lingkungan yang berbeda, entah dari sudut pandang ekonomi, pendidikan, serta tingkat kesejahteraan hidup.  Ada banyak masyarakat yang terjebak dalam kasus kejahatan siber, atau lebih mudahnya kejahatan dengan melibatkan komputer dan jaringan.  Kemajuan teknologi informasi tentu memudahkan kehidupan dalam bermasyarakat. Kita menjadi mudah untuk mengakses segala hal yang ingin kita akses, baik itu tentang berita terkini, informasi kesehatan atau kecantikan, resep masakan, maupun pembuatan rekening bank secara online bisa kita lakukan di mana saja dan kapan saja. Namun, disisi lain pelaku kejahatan melalui internet juga berkembang. Yang marak terjadi ialah dengan cara memanipulasi korbannya untuk membocorkan data pribadi baik itu no.KTP atau no.ATM maupun kode OTP ( One Time Password ). Survei yang dilaku...