Langsung ke konten utama

Merasa Kecil dalam Dunia Seluas Angkasa

 Aku adalah seorang perempuan, yang memiliki banyak cita-cita. Seorang perempuan yang belum bisa menenangkan ego atas riuh dalam hati serta pikiran. Jangan turuti malasmu! teriak hati pada kaki. Namun, tak juga pergi.


Kita selalu punya impian, kalo kita tidak punya tanyakan lagi pada dirimu. "Untuk apa kamu diciptakan di dunia ini?" Apakah hanya untuk bermain saja? Belajar saja? Bekerja saja? Tentu tidak, lebih dari itu.


Ya, dan aku merasa kecil di Dunia ini. Bukan karena aku tidak mampu berlari, atau keterbatasan fisik. Alhamdulillah Allah memberiku fisik yang lengkap. Alhamdulillah aku masih dapat berpikir, bernapas, melihat, berbicara dan sebagainya. Namun, tidak bisa ku pungkiri aku masih juga merasa kecil. 


"Ya iyalah! Kan yang MAHA BESAR itu ALLAH." Teriak salah satu dari kalian.


Itu memang benar, tapi bukan itu yang aku maksud. 


Aku merasa kecil karena amalku yang belum cukup baik, aku merasa kecil karena kepandaianku belum dapat aku asah seluruhnya padahal Allah memberiku nikmat sebegitu hebatnya, aku merasa kecil karena aku sering kali terlena akan kenikmatan dunia yang hanya sesaat ini. 

Ya, aku merasa kecil karena aku belum bisa menebarkan banyak manfaat. Bukan soal harta atau tahta, lebih dari itu! Aku punya mimpi besar, dan aku butuh bantuan kalian. Semoga kalian salah satu bagian dari mimpi besarku. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Pertama

Hai, perkenalkan aku Dilla Gading Kusuma. Biasa dipanggil Dilla. Sebenarnya ini bukan tulisan pertamaku diblogger tapi aku akan mencoba untuk memulai lagi. Alasannya, aku ingin mencoba lagi dari awal. Aku yang serius, aku yang punya tujuan yang jelas, aku yang lebih visioner. Aku suka menulis, sayang aja jika tidak memulai.  Mungkin aku bisa cerita sedikit kebingunganku saat ini, atau mungkin banyak? hahahaha entahlah. Aku bingung membangun personal branding seperti apa yang aku mau. Aku bingung, apasih yang mau aku lakuin sebenarnya. Walaupun emang tujuan manusia hidup di Dunia itu buat menyembah Allah SWT. Tapi menurutku, kita itu punya tujuan yang lebih dari sekedar itu. Apalagi kita hidup di zaman yang sangat-sangat berantakan walau sisi positifnya punya peradaban yang lebih maju sih. Sayang banget kan, kalo kita yang udah dilahirkan ke dunia ini yang seharusnya punya misi besar tapi kita cuman milih buat berdiam diri dan enggak melakukan perubahan apapun. Bahk...

Aku Takut Bila Nanti di Pertanyakan

Perkuliahan semester 5 sudah dimulai, ya aku seorang perempuan yang sedang menempuh perkuliahan S1. Semester kemarin, aku berucap pada teman-teman dekatku "Aku pokoknya harus jadi ketua kelas semua mata kuliah" Tidak disangka dan diduga, that's come true! Walau tidak seluruh kelas aku mengemban tugas itu namun bagiku ini sebuah tantangan yang cukup sulit. Aku takut billa nanti apa yang aku lakukan dipertanyakan tentang tanggung jawabku mengatur kelas. Rasanya sedih, kecewa, ingin marah, kesal. Well, aku seorang yang moody sebenarnya dan itu sudah tidak diragukan lagi, sudah banyak hal yang tahu tentang hal ini. Aku  tidak tahu bagaimana aku membagi waktuku dengan baik karena sebelumnya aku hanya berdiri di zona nyamanku. Menyedihkan? sangat.  Aku terkadang bertanya pada diriku, aku memiliki mimpi yang besar. Tapi mengapa aku masih saja mengikuti kemauan ku untuk tetap rebahan. Bukankah,orang yang sukses tidak hanya sekedar bermain ponsel dan scroll Instagram saja. Bukanka...

Apa yang akan Kau Lakukan, Jika Covid-19 ini Berakhir?

Assalamu'alaikum 😊 Bagaimana kabarnya? Selamat berpuasa bagi yang menjalankan, Jaga kesehatan juga ya! Masih betah di rumah? Atau kamu mulai bosan? Sama aku juga, tapi menurutku mengeluh itu hal yang wajar. Kita manusia, sama rata sama rasa. Sama-sama merasakan bahagia ketika ia senang, merasakan tangis ketika ia bersedih. Kita itu sama. Lantas apa yang membuat manusia itu berbeda? Lalu apa yang akan kamu kakukan jika pandemi covid-19 ini berakhir? Pertanyaan-pertanyaan itu sering kali kita dengar di luar sana. Kata mereka yang tidak percaya diri, selalu bilang " Dia  itu beda! Dia pintar, cantik, putih, shalehah, sedangkan aku? Seujung kukunya pun ga ada. Pokoknya dia itu beda! Keren banget huhuhu :( ! Kapan ya aku bisa seperti dia?" Lalu sebagian yang lain berkata, " Enak ya jadi orang kaya, apa dikit bisa beli, mau itu, mau ini, beli itu, beli ini. Sedangkan aku? Buat makan sehari-hari aja belum tentu bisa, paling juga cuma dua kali sehari. Itupun cuma lauk tahu ...